Gusmuwafiq.com, Surabaya

Pimpinan Cabang Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia atau Lesbumi Nahdlatul Ulama Kota Surabaya sukses menghadirkan KH Achmad Muwafiq, Selasa (20/3) malam.
Selama memberi ceramah di Gedung Hoofdbestuur NO atau Kantor Pengurus Cabang NU Surabaya tersebut, ada sejumlah hal yang diingatkan oleh Gus Muwafiq, sapaan akrabnya.
“Untuk membangun baladil amin (negeri yang aman), Rasulullah bekerja sama dengan bangsa yang berbeda agamanya. Dan untuk membangun amanu wa ‘amilus shalihat (beriman dan beramal shalih) adalah kepada orang Islam,” katanya di hadapan hadirian yang memadati aula.
Selanjutnya, kiai asal Yogyakarta ini menyebutkan bahwa di Timur Tengah, banyak yang menginginkan “amanu wa ‘amilus shalihat”, tapi melupakan adanya “baladil amin“. “Akhirnya seperti Afganistan,” sergahnya.
Menurutnya, syarat bisa melaksanakan “amanu wa ‘amilus shalihat” adalah “baladil amin” atau negaranya aman.
Kesan Lain
Sebelum mengisi ceramah di kantor PCNU Kota Surabaya, Gus Muwafiq memberikan mauidhah di kawasan Tambaksari. Ada kisah menarik selama kehadirannnya di kota pahlawan tersebut. Termasuk yang dirasakan sejumlah anak muda yang terhimpun dalam Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama atau IPNU.
“Hari ini saya dipertemukan oleh Allah SWT dengan sosok kiai yang sangan rendah hati,” kata Ketua PC IPNU Surabaya, Achnaf Al Asbahani.
Ia menjelaskan bahwa Gus Muwafiq seusai mengisi mauidah hasanah di Kecamatan Tambaksari berkenan berangkat ke Gedung Hoofdbestuur NO (Kantor PCNU Surabaya) dengan dibonceng Vespa. Ini tentu saja mengundang rasa simpati pemuda pemudi NU seperti IPNU, Ansor, Banser, Pagar Nusa, Pasukan Hore untuk ikut berangkat bersama-sama. Meskipun sempat terguyur hujan, Gus Muwafiq tetap melanjutkan sampai tujuan.
“Tak hanya itu, seusai mengisi mauidah hasanah pada rangkaian hari lahir ke-52 Lesbumi, Gus Muwafiq juga berkenan dahar talaman atau mayoran bersama kiai lain,” ujarnya.
Kesederhanaan dan rendah hati inilah yang menurut Achnaf kian memantapkan dirinya mendoakan semoga Gus Muwafiq diberi kesehatan. “Sehingga beliau mendapat kelancaran dalam berdakwah,” pungkasnya. (Hisam Malik/Ibnu Nawawi)
Artikel ini diterbitkan pertama kali oleh NUonline.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here